“Tepukan Pundak Bapak yang menguatkan aku”

Malam itu aku kaget bgt, ketika lagi nongkrong di kamar mb diyah ( mba kostku yang selalu kamarnya jadi base camp anak2 kost Queen ), tiba2 Bapak masuk lewat pintu gerbang yang bunyinya pasti membuat semua orang menengok kearahnya. Aku kaget sambil tersenyum menanyakan “loh pak, kog ga ngabrin dulu kalau mau kesini?”, sambil senyum2 Bapak cuman bilang ” ra po2 nduk ben surprise” trus aku jawab gaya bgt pakai suprise segala, kami memang dekat sehingga kadang kami ngobrol udah kaya teman aja. Bapaku memang sangat dekat sama aku, apapun yang terjadi sama aku pasti Bapak tahu. Bapak ke Jogja karena mau ke tempat masku, di jalan kaliurang yang ga begitu jauh sama kostku, Bapak di mintai tolong masku untuk menjagai rumahnya yang sedang di perbaiki karena masku juga ga bisa jaga setiap hari dia bekerja juga, karena Bapak sudah pensiun dan tidak banyak kegiatan maka Bapak mau saja katanya ” sambi nengok Carol ( keponakan tercakepku, yang artinya cucu Bapaku 🙂 ).

Sore itu kita ngobrol di kamar kostku sambil makan gorengan + kopi sedikit pahit kesukaan Bapak. Tiba-tiba disela obrolan kami Bapak bilang ” piye pacarmu?”, kaget juga aku ketika spontan Bapak menanyakan itu, karena sejujurnya aku belum begitu cerita banyak tentang ndud ke Bapak. Dengan sedikit takut aku jawab “baik pak”. Kemudian kami diam sambil nonton tv. Diotak sudah mulai berkecamuk, takut Bapak nanyain macem-macem, dan benar dugaanku setelah pertanyaan itu Bapak tahu bgt mukaku seolah pengen ngomong tapi takut-takut. Kemudian kami berlanjut ke obrolan mengenai hubunganku dengan ndud, apa yang akan aku lakukan kalau meneruskan hubungan ini sama dia karena kami berbeda, dan Bapak tahu masalah itu dari Ibu ( karena selama ini Bapak selalu marah ketika tahu jika aku punya pacar berbeda keyakinan ).  Tapi apa yang aku pikirkan tentang itu semua salah, Bapak mengatakan ” itu pilihanmu, jika memang kamu nyaman dengan dia, bapak ga masalah “, rasanya kaki yang tadinya kaku menjadi lemas seketika , otak yang udah mulai panas tadi berasa di hujani es yang dingin dan sejuk, dan hati yang berkecamuk tadi sedikit lega. Obrolan itu selesai begitu saja, kita pindah topik cerita yang lain mengenai politik, ini cerita yang sangat bapak senangi, aku hanya mendengarkan dan menanggapi sebisa aku.

Satu minggu Bapak di jogja waktunya kembali ke cilacap ( tanah kelahiranku ). Waktu udah sore sekitar jam 5, aku baru pulang kerja Bapak datang ke kost dengan naik ojek karena waktu itu masku belum pulang, tapi Bapak sudah ingin pulang, kemudian aku bilang ” kenapa cepet-cepet pak, ga mau nginep di kost aku dulu, sambil ketawa cekikikan”, kemudian Bapak menjawab ” ga dulu ya besok lagi kalau sama ibu” lalu saya menggoda Bapak ” Halah palingan Bapak udah kangen berat sama Ibu kan? ” kemudian Bapak hanya  tertawa. Setelah itu aku mengantarkan Bapak ke agen Efisiensi, Bisnya orang cilacap, hehe. Ketika Bapak akan naik ke dalam bis, Bapak menepuk Pundaku dan berkata ” nduk, apapun yang kamu pilih, kamu harus optimis, kamu harus berjuang untuk mempertahankan hubunganmu sama pacarmu, Semuanya pasti akan ada jalannya,jangan menyerah ya, apapun yang terjadi bapak ada di belakangmu, jika ada yang caci maki kamu, Bapak selalu ada buat kamu ” , Deg … dada ini rasanya mak nyess, ga berasa air mata udah jatuh aja ke pipiku, langsung aq peluk Bapak tanpa bisa berkata apapun karena mau ngomong kayanya susah nahan tangis haru ini, tapi dalam lubuk hati yang paling dalam aku jelas bgt bilang Terimakasih pak, kalau Bapak ga bilang kaya gini mungkin indy mau nyerah aja., tapi bukan anak Bapak bgt sih kalau sering putus asa.. hehe.. Kemudian  aku mencium tangan Bapak dan bapak mengelus-elus rambutku, itu ritual Bapak kalau ketemu aku atau mau pergi..

Lambaian tangan Bapak didalam bis mengantarkan aku pulang ke  kost, dalam perjalanan ke kost otakku berpikir banyak merenungi setiap kata yang Bapak utarakan tadi. Tepukan pundak Bapak, sangat membuat aku semangat menjalani hubungan ini, meskipun aku dan ndud berjauhan tapi kami yakin selagi kita berusaha kita pasti bisa.

Terimakasih Bapak, Terimakasih Ibu aku berjanji akan berusaha sebaik mungkin untuk memperjuangkan ini semua..

Sekelumit cerita aku yang mungkin bisa jadi pelajaran betapa berharganya sebuah kalimat dari oarng tersayang kita, akan menjadi semangat dan bisa mengubah hidup kita. Terimakasih Pak, Tepukan pundakmu tak akan pernah aku lupakan seumr hidupku. Love you 😀 🙂

ini sosok yang selalu menguatkanku bersama sasya ( keponakan tercantiku )

foto1631

Iklan

4 tanggapan untuk ““Tepukan Pundak Bapak yang menguatkan aku”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s