Aku bertahan karena ada mereka yang kusebut sebagai “teman terbaik”

Juni 2013, ketika aku memasuki babak baru kehidupanku. Pagi itu aku berangkat dengan style yang rapi, biasanya juga rapi tapi rapi ini beda. Dengan gaya wanita karier aku memasuki pintu itu, pintu yang selama hampir 10 bulan ini selalu aku masuki. Awal masuk di perusahaan ini, setiap kaki akan melangkah masuk berat rasanya, waktu terasa lama, waktu istirahat terasa sangat cepat, tapi waktu pulang terasa sangat lama. Tiap masuk dan duduk di depan komputer yang mengantarkanku dengan pekerjaan-pekerjaan itu badanku langsung pegal, kaku, dan otakpun tegang, sebenarnya ini bukan masalah pekerjaan yang membuat aku tegang, ini karena aku belum nyaman disini. Awalnya karena aku belum begitu banyak teman, aku tidak kenal mereka yang duduk di seberang2ku, mereka yang hanya sibuk dengan pekerjaan mereka. Dan, arrrrghhhhhh….. itu teriakan tiap pagiku, meski hanya di dalam hati. Satu bulan lebih aku terganjal dengan keadaan itu, ingin keluar tapi aku butuh disini, aku harus bertanggung jawab dengan hidupku kedepannya. Aku tidak menyerah begitu saja meski aku muak. Sampai pada akhirnya aku menemukan teman-teman  terbaik disini.

sahabat

Fitri alias sri itu panggilan sayangku buat dia . Siang itu aku sudah tidak lagi sebagai pegawai training, aku sudah tanda tangan kontrak di perusahaan itu. Chat di komputerku berkedip-kedip muncul nama sri disana, dia menyapaku dengan sapaan khasnya yang tidak baku tapi akrab ” mbak makan siang dimana” itu kalimat awal yang membuat kita bertahan menjadi teman baik sampai sekarang. Chat berlanjut sampai akhirnya kita keluar makan siang. Kita mengawali obrolan perkenalan di “warung soto 3rbu” begitu kami menyebutnya. Soto yang biasa tapi cukup mengenyangkan dan tempat yang  nyaman buat kita  nongkrong. Banyak hal yang kita ceritakan, sampai akhirnya hubungan kita berlanjut hingga sekarang. Perjalanan 10 bulan yang ga terasa banyak cerita, saat aku jatuh karena hubunganku terancam dengan ndud, Sri lah yang membangkitkan semangatku, dia selalu mengingatkanku untuk lebih dekat dengan Tuhan, meski keyakinan kami berbeda tapi dia selalu menasehatiku. Sri sosok wanita yang terlihat tegar, tomboy, gokil tapi sedikit manja juga. Dia yang selalu memberikan guyonan lucu di kantor ataupun dikost, coment2 khasnya yang selalu ngebanyol yang buat aku lebih betah bertahan disini. Ya.. aku menemukan  sahabat lagi disini Sri… sosok yang gokil semokil tapi teman yang mampu menguatkanku dalam kesedihanku. Pengganti sosok ndud disampingku, paling tidak dia selalu menghiburku, membuat aku lupa akan beban berat yang ada di otakku. Thank You sri banyolanmu membuatku bertahan disini sampai hari ini. 🙂

ini kita duo sriii begitu mereka menyebut :)
ini kita duo sriii begitu mereka menyebut 🙂

 Disamping sri aku juga memiliki teman2 yang selalu mendukungku, teman berbagi cerita, teman bergalau bareng, teman banyol juga.. Terimkasih untuk kalian yang telah membuatku bertahan disini hingga sekarang, ketika nanti aku tak disini lagi aku tak kan melupakan moment2 indah bersama kalian.

Walau bagaimanapun juga, sahabat adalah orang yang telah berjasa membangunkanku dari keterpurukan, menghiburku  saat senang maupun susah.

 Finally, aku hanya ingin berucap Terimakasih buat sahabat sekalian Sri dengan banyolanmu, doamu, ceritamu, BBmu tiap saat, Ymmu tiap waktu yang selalu mengisi hari2 ku, Andek.. yang sama gokilnya sama sri..thx buat jadi pendengar yg baik buat crta2ku yang galau, Pakde Bud, Bang Sangar, Bang Pantat ( 3 sejoli yang membuat aku mengerti bahwa kehidupan ini penuh perjuangan yang menyakitkan tapi mereka selalu berkata kita bisa #akurapopo #kowerapopo #akuwesbiasa, 3 kalimat yang selalu disuarakan di telingaku tapi aku kini mulai mengerti arti kata2 itu , aku harus berjuang dan bertahan, aku harus jadi wanita yang tegar , Thx my Bro..) , Mb dion thx buat artikel2 yang menarik yang buat kerjaku ga sepi, buat pengalamanmu yang bisa jadi pelajaran hidupku kedepannya… Juga Grecc, Indah, Hiskia, Mb gir, Mb endah,denita, tika  dan teman2 lain peneman makan siangku.. teman berbagi jugaa… Karena kalian semua aku Bahagia dikantor ini. Ketika aku nanti tak disini lagi, kalian akan selalu berada di tempat special di hatiku. Ketika orang lain tidak paham, kalian mengerti, ketika orang lain menghina, kalian memberi motivasi, sosok seorang sahabat tak akan pernah terganti.

Dear sahabat… Aku tak tahu cara berterimakasih kepadamu, tapi aku sangatlah beruntung mempunyai seorang sahabat seperti kalian… Love You all.

kalian selalu di hati
kalian selalu di hati
sejoli.. dan sehati
sejoli.. dan sehati
Iklan

“Tepukan Pundak Bapak yang menguatkan aku”

Malam itu aku kaget bgt, ketika lagi nongkrong di kamar mb diyah ( mba kostku yang selalu kamarnya jadi base camp anak2 kost Queen ), tiba2 Bapak masuk lewat pintu gerbang yang bunyinya pasti membuat semua orang menengok kearahnya. Aku kaget sambil tersenyum menanyakan “loh pak, kog ga ngabrin dulu kalau mau kesini?”, sambil senyum2 Bapak cuman bilang ” ra po2 nduk ben surprise” trus aku jawab gaya bgt pakai suprise segala, kami memang dekat sehingga kadang kami ngobrol udah kaya teman aja. Bapaku memang sangat dekat sama aku, apapun yang terjadi sama aku pasti Bapak tahu. Bapak ke Jogja karena mau ke tempat masku, di jalan kaliurang yang ga begitu jauh sama kostku, Bapak di mintai tolong masku untuk menjagai rumahnya yang sedang di perbaiki karena masku juga ga bisa jaga setiap hari dia bekerja juga, karena Bapak sudah pensiun dan tidak banyak kegiatan maka Bapak mau saja katanya ” sambi nengok Carol ( keponakan tercakepku, yang artinya cucu Bapaku 🙂 ).

Sore itu kita ngobrol di kamar kostku sambil makan gorengan + kopi sedikit pahit kesukaan Bapak. Tiba-tiba disela obrolan kami Bapak bilang ” piye pacarmu?”, kaget juga aku ketika spontan Bapak menanyakan itu, karena sejujurnya aku belum begitu cerita banyak tentang ndud ke Bapak. Dengan sedikit takut aku jawab “baik pak”. Kemudian kami diam sambil nonton tv. Diotak sudah mulai berkecamuk, takut Bapak nanyain macem-macem, dan benar dugaanku setelah pertanyaan itu Bapak tahu bgt mukaku seolah pengen ngomong tapi takut-takut. Kemudian kami berlanjut ke obrolan mengenai hubunganku dengan ndud, apa yang akan aku lakukan kalau meneruskan hubungan ini sama dia karena kami berbeda, dan Bapak tahu masalah itu dari Ibu ( karena selama ini Bapak selalu marah ketika tahu jika aku punya pacar berbeda keyakinan ).  Tapi apa yang aku pikirkan tentang itu semua salah, Bapak mengatakan ” itu pilihanmu, jika memang kamu nyaman dengan dia, bapak ga masalah “, rasanya kaki yang tadinya kaku menjadi lemas seketika , otak yang udah mulai panas tadi berasa di hujani es yang dingin dan sejuk, dan hati yang berkecamuk tadi sedikit lega. Obrolan itu selesai begitu saja, kita pindah topik cerita yang lain mengenai politik, ini cerita yang sangat bapak senangi, aku hanya mendengarkan dan menanggapi sebisa aku.

Satu minggu Bapak di jogja waktunya kembali ke cilacap ( tanah kelahiranku ). Waktu udah sore sekitar jam 5, aku baru pulang kerja Bapak datang ke kost dengan naik ojek karena waktu itu masku belum pulang, tapi Bapak sudah ingin pulang, kemudian aku bilang ” kenapa cepet-cepet pak, ga mau nginep di kost aku dulu, sambil ketawa cekikikan”, kemudian Bapak menjawab ” ga dulu ya besok lagi kalau sama ibu” lalu saya menggoda Bapak ” Halah palingan Bapak udah kangen berat sama Ibu kan? ” kemudian Bapak hanya  tertawa. Setelah itu aku mengantarkan Bapak ke agen Efisiensi, Bisnya orang cilacap, hehe. Ketika Bapak akan naik ke dalam bis, Bapak menepuk Pundaku dan berkata ” nduk, apapun yang kamu pilih, kamu harus optimis, kamu harus berjuang untuk mempertahankan hubunganmu sama pacarmu, Semuanya pasti akan ada jalannya,jangan menyerah ya, apapun yang terjadi bapak ada di belakangmu, jika ada yang caci maki kamu, Bapak selalu ada buat kamu ” , Deg … dada ini rasanya mak nyess, ga berasa air mata udah jatuh aja ke pipiku, langsung aq peluk Bapak tanpa bisa berkata apapun karena mau ngomong kayanya susah nahan tangis haru ini, tapi dalam lubuk hati yang paling dalam aku jelas bgt bilang Terimakasih pak, kalau Bapak ga bilang kaya gini mungkin indy mau nyerah aja., tapi bukan anak Bapak bgt sih kalau sering putus asa.. hehe.. Kemudian  aku mencium tangan Bapak dan bapak mengelus-elus rambutku, itu ritual Bapak kalau ketemu aku atau mau pergi..

Lambaian tangan Bapak didalam bis mengantarkan aku pulang ke  kost, dalam perjalanan ke kost otakku berpikir banyak merenungi setiap kata yang Bapak utarakan tadi. Tepukan pundak Bapak, sangat membuat aku semangat menjalani hubungan ini, meskipun aku dan ndud berjauhan tapi kami yakin selagi kita berusaha kita pasti bisa.

Terimakasih Bapak, Terimakasih Ibu aku berjanji akan berusaha sebaik mungkin untuk memperjuangkan ini semua..

Sekelumit cerita aku yang mungkin bisa jadi pelajaran betapa berharganya sebuah kalimat dari oarng tersayang kita, akan menjadi semangat dan bisa mengubah hidup kita. Terimakasih Pak, Tepukan pundakmu tak akan pernah aku lupakan seumr hidupku. Love you 😀 🙂

ini sosok yang selalu menguatkanku bersama sasya ( keponakan tercantiku )

foto1631